Senin, 04 Oktober 2010

Pengobatan dengan ARV


Republika, Rabu, 29 September 2010

Pengobatan dengan ARV

Oleh: Dewi Mardiani

Pengobatan HIV selama ini adalah dengan ARV. Obat ini memblokir tahapan-tahapan dalam proses replikasi virus di dalam sel darah putih manusia. Obat ini mampu memblokir proses-proses itu selama 12 jam.

Makanya Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) yang menjalani Anti Retroviral Therapy (ART) harus meminum ARV sesuai waktu, dan tidak boleh bergeser sedikit pun. Jika tidak, virus dengan cepat memanfaatkan waktu sela itu dengan mereplikasi, bahkan bermutasi dengan cepat. Akibatnya, terbentuklah tipe-tipe dan subtipe virus.

"Bila itu terjadi, akan ada infeksi ulang pada penderita. Akibat lainnya adalah resistensi terhadap ARV, sehingga dibutuhkan jenis obat yang lebih tinggi dari yang pertama. Ini jelas akan mempersulit pengembangan vaksinnya," ujar Country Manager of Indonesian Business Coalition on AIDS (IBCA), Evodia Almawati Iswandi.

Karenanya, dibutuhkan kedisiplinan dari penderita untuk meminum ARV-nya, didukung dengan pola hidup sehat, dan tak mengulangi kebiasaan atau perilaku yang tak aman bagi tubuhnya. Menurutnya, lelaki usia produktif bisa berhasil mendapatkan stabilitas kekebalan tubuhnya melebihi batas normal tanpa infeksi oportunistik dengan disiplin meminum ARV.

Seorang pria yang terkena AIDS akibat jarum suntik mengatakan, pada 2002 lalu, CD4-nya dari Tes Elisa mencapai 50 (batas normal manusia untuk CD4 adalah 600-1.400). "Saya dinyatakan positif AIDS, sebenarnya donor darah saya di-reject beberapa kali pada 1998. Tapi, saya belum yakin sampai akhirnya ada infeksi oportunistik, yaitu diare selama delapan bulan terus-menerus," ujar lelaki tersebut.

Setelah menerapkan pola hidup sehat, tak mengulangi perilaku buruk, dan berdisiplin, dia berhasil meningkatkan kandungan sel darah putih di dalam tubuhnya secara bertahap. Kenaikannya signifikan, dari CD4 50 menjadi 350 dalam enam bulan, lalu menjadi 500 setahun kemudian.

Pada awal 2010, dia juga mengecek CD4-nya, dan hasilnya mencapai seribu. Hasil tes CD4 terakhirnya bahkan hampir 1.500. "Saya jelas senang. Saya harap teman-teman ODHA juga berdisiplin dalam meminum ARV-nya. Perhatikan pola hidup yang baik, jaga makanan, dan tak pakai adiktif lagi," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar